Ketua DPD RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan ke Civitas Akademika Universitas Islam Jember
JEMBER - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan sosialisasi empat pilar kepada jajaran Civitas Akademika Universitas Islam Jember. Pada kesempatan itu, LaNyalla melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Pada kegiatan itu, LaNyalla didampingi Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember, Prof Dr Abd Muis Thabrani, M.M. Hadir pula jajaran Rektorat Universitas Islam Jember seperti Drs H Abdul Hadi, SH, SPd, MM (Rektor), Dr Moh Qurtubi MPdI (Wakil Rektor I), Nanang Tri Budiman SH MHum (Wakil Rektor II) dan Saman Hudi SAg MSi (Wakil Rektor III), sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Islam Jember.
Dalam paparannya LaNyalla menjelaskan Pancasila merupakan pedoman bagi bangsa ini dalam mengurus kepentingan rakyat. Pancasila, katanya, merupakan falsafah yang sudah semestinya menjadi menjadi pedoman bagi pemimpin dalam mengambil keputusan.
"Hal itu tentu harus tercermin dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Kalau kita sandingkan dengan UUD 1945, apakah masih berasaskan Pancasila?" tanya LaNyalla.
Dari hasil penelitian, Senator asal Jawa Timur itu menilai bahwa Pancasila sudah tak lagi menjadi spirit bagi konstitusi bangsa ini. Hal ini terjadi sejak amandemen konstitusi pada tahun 1999-2002.
"Sejak saat itu, Pancasila tak lagi menjadi dasar penyelenggaraan bangsa ini. Ekonomi kita bukan lagi ekonomi Pancasila, namun telah berubah menjadi ekonomi berwatak kapitalistik. Pun halnya dengan demokrasi, tak lagi mengedepankan demokrasi Pancasila, namun demokrasi liberal ala Barat," kata LaNyalla.
Buktinya, papar LaNyalla, kita menyerahkan sistem ekonomi kita pada mekanisme pasar. Dalam mengambil keputusan, bangsa ini juga mengedepankan suara terbanyak, bukan lagi musyawarah mufakat sebagai diatur spirit sila keempat Pancasila.
"Oleh karenanya, saya mengajak semua pihak untuk untuk kembali kepada jati diri bangsa yakni Pancasila. Kita juga harus kembali kepada UUD 1945 naskah asli untuk kemudian disempurnakan dengan cara yang benar tanpa mengubah sistem demokrasi Pancasila," tegas LaNyalla.
Imbas dari Pancasila yang tak lagi menjadi spirit UUD 1945, LaNyalla menilai hal itu berimbas pada semangat kebangsaan kita. "Di tingkat akar rumput terjadi perpecahan. Muncul istilah-istilah yang tak pantas seperti cebong dan kampret. Tentu hal ini tak boleh dibiarkan terus menerus," kata LaNyalla.
LaNyalla menilai menyelesaikan problematika bangsa tak bisa secara parsial pada tingkat hilir. "Harus kita selesaikan di hulunya, yakni konstitusi kita," ujar LaNyalla.
LaNyalla mengajak Civitas Akademika Universitas Islam Jember untuk ikut meresonansikan agar kita kembali kepada UUD 1945 naskah asli. "Mari kita berpikir dalam kerangka negarawan yang berorientasi pada next generation, bukan sebagai politisi yang hanya memikirkan next election," ingat LaNyalla.
Rektor Universitas Islam Jember, Drs H Abdul Hadi, SH, SPd, MM mengatakan, paparan yang disampaikan LaNyalla cukup komprehensif. Ia pun berharap bangsa ini kembali ke jalur yang benar sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. "Kalau kita dengar paparan Pak LaNyalla tadi, kita ingin bangsa ini semakin baik ke depannya, menjadi bangsa yang sehat ke depan," harap dia.(*)

Komentar